Tuesday, September 30, 2008

Harapan

Harapan itu selalu ada..
walau terkadang kita menganggap seakan akan dunia ini tak berpihak pada diri kita
walau terkadang secara nalar kita tak menemukan titik terang atas penyelesaian masalah kita
Manusia terkadang melupakan 1 hal
yaitu sebuah harapan..
HOPE..
Penerimaan = Acceptance
Iman = Faith
Pengharapan = HOPE
Kasih = Unconditional Love :)

Belum ada ide

Aku sadari... hidup bagaikan ombang ambing air laut yang menerjang perahu layar yang penuh dengan harapan akan suatu ketenangan yag pasti..
harap akan mentari pagi kan bersinar dan awan kelam serta ombak badai kan sirna
berganti dengan cahaya indahnya senyum dan kasih

Aku sadari...
hidup tak lebih dari seteguk minuman dicawan itu
dimana kita dapat menikmati apa yang terjadi di dunia ini
andai saja ku dapat membuatnya menjadi berarti
kan ku ukir indah namamu dihati

I want to spent my last time with u

.... :)
Aku ga tau kapan saat saat terakhir itu menanti...
Aku ga tau kapan saat saat aku dan harapanku kan terhenti...
bersama senandung hati terbalut mimpi tak pasti
memberi harap akan sebuah janji yang pasti

Ingin kugapai waktu itu bersama simfoni hati
menata ruang terindah didalam nurani
hadir didalam waktu sepi
bersama cinta yang tak pernah mati

Thursday, September 25, 2008

Aral

Semburat pilu menyayat hati, terkikis asa bersama hampa, bersenandung derita tanpa kata (VA 2008)

biarlah rasa itu berlalu seiring dengan waktu yang terus berjalan
menapaki kesunyian bersama hempasan ombak yang menerjang
terbuai dalam angan akan harapan
urai dalam kata bersama hati terlena duka

Barathayudha

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1057607&page=1

Peperangan identik dengan kekerasan, namun dalam Hakikat Bratayudha arti perang disini akan tetap berhubungan dengan makna Kematian, karena arti kematian tersebut tidak bisa dipisahkan dari proses Peperangan...

Bratayuda yang mempunyai maksud dan makna yaitu ' Sakratul maut', Kurawa mask kedalam Pandawa. Dan wilayah sebenarnya adalah Badan dan Sukma, dan inilah yang menyebabkan Kesempurnaan harus diusahakan, badan dan sukma, keluar masuknya nafas, lebur luluh masuk kedalam bandarullah...

Suyudana beserta seluruh balatentara mati, kemudian Sang Harjuna masuk ke negeri Ngastina berperang sebagai raja, namun sebenarnya Raden Pamadi hanya sebagai pelindung. Sesungguhnya yang menjadi Raja adalah Prabu Parikesit, yang abadi selamanya di negeriNgastina. Adapun maksud parikesit adalah seluruh nafas yang tanpa henti, menjadi sukmana ...

Kesempurnaan badan dan sukma identik dengan kesempurnaan keluar masuknya nafas, karena
nafas adalah titik hubung penting antara "diri" dengan tubuh, dan pengaturan nafas dapat membersihkan urat2 syaraf dan memeberikan daya kekuatan pada pusat tubuh yang halus...
Pada pengaturan nafas berhasil maka seseorang akan tenggelam akan tujuannya yaitu Tuhan.....Harjuna sebagai lambang Pengetahuan yan benar menghantarkan kesadaran diri berubah pada kesadaran akan Tuhan dalam nuansa Keabadian yang disebut Suksmana dan ini menjadi syarat kemunculan Insan Kamil karena merupakan Tujuan dari manusia dalam pendekatannya pada Tuhan.....

Kematian Angkawijaya...
Adalah putra Raden Parta, maksuda nama angka berarti akal, jaya adalah kemenangan...angka wijaya dibunuh oleh Jayajatra. Akalnya yang baik hilang terlebih dahulu, jika sudah mengerti tentang akal, Jayajatra adalah 'kepastian' atau kemenangan( yang membunuh akal ).
Kerajaan jayajatrayang bernama Sindu Kalangan adalah sesuatu yang menyebarkan nafas ke seluruh tubuh, dalam konteks ini penyebaran ini dilakukan oleh darah dengan dorongan denyut nadi dari jantung. Dan sebagai tujuannya adalah memfungsikan organ2 diseluruh tubuh, denyut yang yang mendorong darah ini membawa zat yang ada dalm udara yang dihirup daam nafas setelah terlebih dahulu diolah.
Dalam konteks akal dapat dijabarkan sebagai otak, yang didalamnya terdapat perlengkapan2 untuk berintuisi maupun berpikir sehingga disebut berakal, dan ini yang disebut kinerja akal, tetapi sehebat apapu akal tidak akan bisa berfungsi, tanpa adanya zat2 yang menopang keberadaannya yang disalurkan oleh darah dengan dorongan denyut nadi....pengertian kepastian adalah dipastikan bahwa Akal sangat akan bergantung pada denyut Jantung...

Kematian Jayajatra...
Kerajaannya adalah Sindu Kalangan, yang bermakna " Menang ", inilah yang menyebarkan nafas ke seluruh tubuh. Terbunuhnya adipati ( angkawijaya ) oleh jayajatra menyebabkan Parta marah. Hilang nafasnya jika sudah muncul insan kamil yaitu sejenis 'sabda' yang ada dalam manusia...inilah kematian jayajatra...diibaratkan nafas yang masih berhubungan erat dengan denyut yanbg menyalurkannya, nafas tidak akan sampai pada seluruh organ tubuh tanpa perantara darah dengan denyut nadi dan denyutpun di hidupkan oleh nafas ini...

Kematian Gatotkaca...
Nama lainnya adalah Arimbatmaja, dibunuh oleh raja Ngawangga yang disebabkan oleh senjata panah ( kunta )...yang dalam bahasa arab artinya 'Alif', yang artinya "jadi", sira adalah 'sir', kemudian berkumpul menjadi satu...Arti Gatotkaca adalah sesuatu yang ada di angkasa. Pada waktu yang akan datang, saat manusia mati, sesuatu ( mardum = ma'dum / tiada) yang jatuh diangkasa tersebut jatuh ke martabat keempat...menunjukkan keberadaan sesuatu hal yang jika dibandingkan keberadaan mutlak harus ada ( Tuhan ), barang ini tidak ada. Suatu barang itu ada karena keberadaannya diciptakan...seseorang yang menyampaikan pendapat kepada orang lain secara lisan dalam prosesnya harus melalui resonansi diudara ( gelombang rambat) sehingga sampai pada pendengar, jadi gatotkaca diistilahkan sebagai mandum kang aneng tawang adalah ucapan-ucapan...sedangkan senjata Kunta milik Karna...Kun bermakna jadilah dan ta adalah kamu ( jawa kuno ) ...Kata kun adalah merupakan sabda Tuhan yang menandakan adanya Dunia Perintah dan Dunia Penciptaan. Ruh manusia ada karena diperintah dan dicitakan dengan sabda Kun.

Ruh itu benar2 sederhana dan tidak dapat dibagi menjadi bagian2, sehingga ia dimiliki oleh Dunia Perintah. Badan merupakan campuran dan dapat dibagi2, ia dimiliki dunia penciptaan. Kata Kun menyiratkan ketetapan Tuhan sedangkan sir berarti "landasan jiwa"...Kunta dapat diinterprestasikan sebagai "ketetapan Tuhan sebagai landasan jiwa" atau perintah Sang Hyang Suksma...sehingga gatotkaca sebagai makhluk harus tunduk pada perintah Tuhan, sehingga kematian membawa dia kembali kemartabat keempat, kealam arwah yang termasuk dalam martabat penciptaan....yang termasuk didalamnya adalah alam arwah, misal(alam ide), ajsam( alam kebendaan )...merupakan martabat terendah tetapi sekaligus juga paling tinggi diantara martabat2 berujud akal, yang mengandung manifestasi absolut. Martabat tersebut adalah Insan...Inilah ketetapan Tuhan sebagai landasan jiwa, mendasari dan menentukan penguasaan atau penerimaan dan penyerapan ucapan ( gatotkaca) orang lain yang didengar melalui telinga ( karna ).

Kematian Karna...
Kematian Raja Ngawangga ( Karna ) disebabkan oleh Raden Pamadi dengan menggunakan panah Pasopati, pasopati bermakna tanda kematian yang berarti hilangnya pendengaran telinga. Karna mati langsung diambil oleh yang punya. Dan raden pamadi adalah merupakan simbol dari kematian karna...
Sebagai alat pendengaran karna tidak lebih hanya penghalang bagi pendengaran raja ( sukma luhur ), da kita melihat raja suyudana adalah sukma luhur...dan ini mengandung makna bahwa sukma luhur atau ruh yang harus terbebaskan dari pengaruh keduniawian, termasuk teling yang harus mendukung tugas ruh yaitu harus mendengarkan hal-hal yang bersifat mendukung demi kebebasan ruh.

Kematian Prabu Salya...
Kematian Raja Mandaraka diakibatkan oleh senjata kalimasada, yang bermakna hilangnya pikiran, sehingga mati pula alam insan (manusia). Prabu salya dapat digambarkan sebagai sukma purba yang menjadi pikiran, berkuasa di mandaraka yang sebenarnya adalah hati...
Dalam konteks hati ada 2 makna....pertama disebut jantung, dan kedua adalah bersifat spiritual, yaitu wadah untuk menerima rahmat Tuhan, dan ini memiliki persepsi sebagai pengetahuan, ma'rifah. Dan didalam hati ini bersemayam Rahsa, yang berbeda dengan rasa biasa( perasaan dalam badan ). Dibagian paling rahasia(halus) dalam hati manusia dinamakan Sirr, dalam konteks mistik islam adalah merupakan tempat penyatuan mistik, dan disebut juga Tahta Kesadaran...
Dan simbol pikiran mengingatkan kembali pada Akal yang membedakan adalah bahwa akal berhubungan dengan otak dan pikiran berhubungan dengan hati sebagai kesadaran...
Kematian Prabu Salya dimaknai sebagai musnahnya kesadaranyang berarti pula musnahnya alam insan (manusia)...
Inilah yang merupaka sebuah posisi pentingnya kesadaran, karena ketika kesadaran hilang artinya sifast sebagai manusiapun lenyap.

Kematian Dursasana...
Dursasana mati sebabnya adalah Pancanaka, makna Dursasana adalah penyebaran kekuatan, sedangkan pancanaka adalah kelima yag sejati dan kuku yang tajam, tajam tidak mengenal tempat, empat mata angin tersebari, jika usnah gerakan dunia akan terhenti...
Kiblat papat ( 4 mata angin ) atau s45p/ empat arah mata angin dan kelima satu titik pusat yang akhirnya melahirkan pasaran lima yaitu Legi, Pahing, Pon, Kliwon, Wage yang masing2 dihubungkan dengan fungsi,warna dan sifat.....dan warna2 inilah itulah adalah saudara ( inilah yang akan keliatan dalam jagat walikan/ dunia yang baka )...saudara2 itu adalah benda yang keluar bersama dirinya, yaitu air ketuban ( kakang kawah), plasenta (ari2), darah dan talipusat...dan dalam sosok Bima ini dilambangkan menjadi pola kainnya, poleng bang bintulu sehingga untuk mempertebal kekuatannya karena selalu disertai sedulur papatnya. Ada konsep juga yang menyebutnya sebagai, 4 nafsu yaitu lawammah, amarah, sufiah, muthmainah.....dan ini semuanya yang membuat manusia memiliki keinginan dan bertindak demi keinginan itu dan nafsu itu dihidupi oleh ruh...

Ruh menyuburkan jiwa (nafs), dan jiwa melahirkan aktivitas2 badaniah didunia yang terlihatr. Ruha dianggap sebagai dimensi yang paling bercahaya dari manusia yang paling dekat pada Tuhan, disebut juga akal, dan salah satu sifat kenabian adalah memberi petunjuk, dalam mikrokosmos petunjuk melekat pada akal, maka akal adalah analog mikrokosmik nabi...
Dan dari sini sisi terang dari simbol rasul yaitu adalah nabi yang disebut juga akal, ruh, atau cahaya...yang bisa menerangi ke segala arah, tajam dan meyilaukan, dapat dilihat dari tempat manapun, cahaya ini menghidupi jiwa2, nafsu2 yang digambarka di 4 arah mata angin dari pancer...bila jiwa2 yang sebagai dasar lahirnya akitivitas badaniah ini musnahmaka pergerakan dunia ( mikro/badan) akan berhenti, artinya aktivitas badan /tenaga tubuh sangat tergantung dari jiwa /nafsu yang dihidupi oleh ruh ( pancanaka )

Kematian Wiku Dahyang Durna...
Maknanya adalah nafsu 'muthmainah'. Bertahta di negeri Ngatas Angin. Daerah kekuasaannya adalah kemunculan nafas di hidun. Pembunuhnya adalah Dhustajumena berasal dari dhusta, artinya 'pencuri' (dan) jumena artinya 'menurut pada kalbu'. Hilang kekhawatiranmu. Jika sudah tumbuh (kemantapan itu maka) akan menjadi habis kekhawatiranmu.
Nafsu sendiri merupakan angkara, khusus nafsu muthmainah bisa menimbulkan watak loba, misal berpuasa tanpa batas kemampuan, tetapi ini berbeda dengan kultur sufisme di dunia arab yang menjelaskan bahwa muthmainah harus dipelihara karena bermakna 'jiwa yag tentram' .....sebetulnya kalo di jawa memang penjelasannya lebih terperinci bahwa muthmainah merupakan martabat langit ke 4 sedangkan yang perlu digapai adalah langit ke 7 mi'raj...

Kematian Sengkuni...
Sengkuni di Plasajenar, bima satya yang membunuhnya, dan kematiannya disebabkan oleh senjata Pancanaka. Arti Sengkuni adalah 'ucapan kata2 kotor yang disengaja ketika mengumpat'. Suaranya hilang masuk kedalam wilayah Ilahi...
Pancanaka adalah memiliki arti 4 nafsu dan 1 ruh. Ruh yang menguasai nafsu inilah yang menhubungkan dimensi Tuhan dan manusia dengan perantara Sirr. Kata2 kotor yang disengaja adalah ungkapan kekecewaan atau kemarahan seseorang karena keadaan tidak sesuai dengan yang diinginkan...dan keadaan perasaan yang tidak menentu ini terjadi dalam hati dan diistilahkan sebaga 'Hawa'...
Tokoh Bima sendiri memberikan simbol tersendiri pada masyarakat jawa dengan ilustrasi2 sebagai figur kasar, perkasa, penolong dan guru tanpa guru atau bahkan sebagai penolong dan pengruwat.
Seluruh gejala dari tubuh adalah tanda aktivitas nafsu, termasuk ungkapan kekecewaan itu, dan nafsu itu dikuasai ruh, dan ruh merupakan perantara bagi manusia untuk masuk kedalam wilayah Ilahi dengan demikian kematian Sengkuni bermakna musnahnya aktivitas ungkapan kekecewaan yang akan memalingkan hati dari ketetapan Ilahi.

Kematian Seta, Untara, Wrasangka...
Ini dibunuh oleh Resi Bisma, arti ketiganya adalah sbb; Seta adalah ' nafsu yang tak muncul', Untara adalah ' keingina di hati', Wrasangka adalah ' keingina untuk berusaha'...arti wrasangka adalah berawal dari Muhkamat yang muncul, kemudian sirna jika sudah muncul Amatdiyah...
Ketiga tokoh ini melambangkan ke 3 nafsu selain muthmainah. Kemunculan nafsu2 ini di hubungkan dengan Amatdiyah, Dalam penjabarannya dapat di babarkan bahwa Hyang sukma- Ruh idlafi - Ilapat atau Allah- Nur Muhammad-sirr...dan disinilah istilah Nur Muhammad menunjukkan sebagi ruh penghubung, yang menghubungkan kesatuan mutlak dengan segala sesuatu yang ada menjadi satu kesatuan. Keempat nafsu yang diwakili wrasangka dihidupi oleh ruh. Ini menandakan sifat ketergantungan nafsu dari ruh, sehingga kemunculannya diawali oleh munculnya 'Muhammad' sebagai ruh idhafi. Dan menunjukkan Bisma memiliki fungsi yang sama dengan Dhusthajumena yaitu membunuh atau menguasai nafsu...

Kematian Resi Bisma...
Adapun Resi Bisma, Srikandhi yang membunuhnya...sesungguhnya sirmu menerangkan bahwa kamu telah ditolong oleh guru sejatimu. Peristiwa ini sepertinya sir mengadu kepada Nur Muhammad yang menjadi awal mula kehidupan. Musnahlah seluruh bala tentara Kurawa.
Hati atau rasa memiliki objek ruh, ruh berhubungan dengan Tuhan, bertempat di lokus bernama sirr, ada didalam hati, disebut ruh muhammad. Dalam prosesnya penciptaan dunia dikenal adanya istilah " Hakikat Muhammad " disebut juga "Nur Muhammad" yaitu Cahaya pra-Penciptaan yang merupakan awal penciptaan. Ruha dalam dunia sastra suluk jawa adalah objek 'rahsa' atau rahasia' dan inilah sarana berkontak dengan Tuhan, dan merupakan ruh kehidupan yang mengalir dari Tuhan tanpa dipisahkan darinya.
Jadi Srikandhi dalam arti sirr, merupakan sarana guru sejati untuk menguasai hati, dan membunuh bisma hanya sebagai sarana bagi sukma Dewi Amba untuk menyatu kembali dengan bisma untuk pergi bersama ke surga...

Kematian Burisrawa...
Beliau dijabarkan sebagai ipar raja Ngastina ( Prabu Suyudana), dan dalam perang Baratayudha digambarkan Burisrawa berhadapan dengan Wresniwira(Harya Sentyaki), burisrawa berarti 'manusia buruk tanpa ilmu', keadaan samar menyelimuti. Sentyaki terkungkung kalah dan Raja Dwarawati, Sri Kresna yang merasa iba mengedipkan mata pada Raden Pamadi yang segera melepaskan panag pasopati dan mengenai tengkuk burisrawa, patah dan mati dan maknanya adalah Seseorang yang pulang pada Kegelapan, akhirnya terjadilah kematian.
Digambarkan disini bahwa Burisrawa adalah manusia yang tidak memiliki 'Ilmu' yang dijabarkan sebagai bukan hanya intelektual tetapi lebih kepada ilmupengetahuan yang ada hubungannya dengan praktek kehidupan, terutama memahami diri sendiri, kebenaran tentang hidup dan kematian, cara mencari dan menemukan Tuhan dan hubungan manusia dengan Tuhan....sifat bodoh yang harus diganti dengan sifat kesempurnaan.
Sehingga dengan memahami keilmuan tersebut kita dapat diharapkan bertindak tanpa nafsu, dan buahnya adalah Keselamatan Moksa ( bentuk meditasi berjalan )...dan ini dapat menjauhkan seseorang dari bahaya neraka ...dan hanya orang yang taat dan saleh yang mampu memandang pemeliharaan dunia sebagai sebuah peniruan aktivitas tanpa nafsu dari Tuhan dapat dengan segera membenarkan aksi keberlanjutan...inilah atas dasar ketaatan religius. Dalam kejadian Burisrawa yang mati tanpa pengetahuan yang benar, tidak akan sampaipada paraning dumadi tujuan kehidupan, karena ia tidak tahu jalan kepulangan kepada Tuhan.

Kematian Sentyaki...
Mudah, tertimpa jasad. Jasad keluarga utama yang berarti sesungguhnya adalah kematian seseorang dengan cara yang tidak tepat. Sanak famililah yang memberikan teriakan, mengingatkan jalan (agar dapat) lepas bebas karena didunia berguru pada isi dunia...kalo dalam ragam budaya seperti acara selamat kematian; hari ke1, ke3, ke 7, 40 hari, 1000 hari yang dalam acaranya ada sebuah permintaan maaf atas kesalahan2 dan beban yang belum diselesaikan.
Sentyaki mengisyaratkan kematian yang tidak sempurna, misal akibat kecelakaan dan hali ini disebabkan oleh kebodohan ( sentyaki terkungkung oleh burisrawa/kebodohan), dan biasanya memerlukan sanak famili untuk menunjukkan jalan ke arah Tuhan...

Kematian Suyudana...
Berarti 'Sukma Luhur', berkerajaan di Ngastina yang bermakna Rumah akhir Jaman yang direbut oleh Bima dan Parta. Sang Prabu bersahabat dengan kerajaan hitam, kuning, merah dan putih yang berada disekeliling Ngastina. Pada waktu dulu sang Prabu sangat marah mengukuhi kerajaan ngastina yang kemudian direbut Pandawa, artinya bahwa kebanyakan manusia, bukan tanpa halangan jika ingin mati. Ngastina sebebnarnya rumah akhir jaman bagi Pandawa dengan nama lain Bandarullah. Hanya tinggal Sri Nara Nata Kurupati yang masih hidup. Ia di bunuh oleh Bayu suta. Sukma luhur itu sebenarnya sangat lain, yang memerintah dan menerangi kemunculan Rububiyah. Rumahnya saja sudah bagus maka Pandawa masuk negeri ngastina...
Sukma luhur idebtik dengan ruh, sedangkan seluruh nafsu dihidupi oleh ruh, dan tergantung adanya ruh. Ruh adalah obyek rasa atau hati, ruh memiliki tempat dihati. Ngastina identik dengan hati/rasa, pada akhirnya hati di kuasai oleh pengetahuan/kesadaran tertinggi ( bima dan parta) yaitu ilmu yang menyangkut wilayah keIlahian. Ketika hati bersih dari segala macam kotoran, ruh menantikan kehadiran sumber pengetahuan sejati (rububiyah) kuasa ilahi (bima). Setelah ruh benar2 diterangioleh rububiyah kemudian ruh memasuki dunia fana, dan yang menjadi tujuannya hanyalah Allah semata (bandarullah)

Perang...
Pengartian perang dalam baratayudha masih berhubungan dengan makna kematian, karena arti kematian tidak dapat dipisahkan dari proses peperangan, kadangkala peperangan identik dengan kekerasan...
Arti bratayudha atau bratapupuh yaitu 'Sakratul Maut'...yang mengisyaratkan proses penyatuan badan dan sukma, dan penyatuan ini harus diusahakan sehingga sempurna, dan kesempurnaan badan dan sukma identik dengan kesempurnaan keluar masuknya nafas. Nafas adalah titik hubung penting antara diri dengan tubuh, pengaturan nafas digunakan untuk membersihkan urat2 syaraf dan memeberikan daya kekuatsn pada pusat tubuh yang halus. Dan bila pernafasan ini sempurna maka seseorang akan dapat menghantarkan diri pada keadaan kesadaran diri akan Tuhan dalam nuansa keabadian ( sukmana) dan inilah yang menjadi prasyarat munculnya Insan Kamil...artinya kita kembali pada fitrah kita sebagai manusia pada saat penciptaan, manusia ideal yang di tetapkan oleh Tuhan.....

ABDI...
Pandawa memiliki abdi yang dinamakan Punakawan yang berjumlah 4 dan berfungsi sebagai penasihat perjalanan. Pandawa tidak akan pernah berhasil tanpa para penasihat itu...dan Pandawa disebut Bandarullah yang dapat ditafsirkan dengan 'Allah sebagai Tujuan'...Allah menyediakan jalan untuk berjalan kearahNya, dan jalan itu adalah :

SEMAR...( cahaya)
Dalam proses Ketuhanan, cahaya adalah ciptaan pertama yang disebut Nur Muhammad, dan dari sinilah bibit alam raya muncul dan sbg sumber bibit maka disini belum ada ukuran. Cahaya ini adalah hakikat alam raya, seseorang tidak mengerti hakikat dirinya pasti akan sulit menemukan sumbernya, tempat asalnya, dan begitu pula sebaliknya, maka sebagai tugasnya, hakikat inilah yang menuntun manusia untuk memiliki tujuan yang jelas bagi hidupnya yaitu " Ilahi ".

Gareng...(hati yang bersih)
Prilaku adalah hal yang paling menentukan keberhasilan atau usaha dan kewaspadaan pada hal2 yang akan terjadi disertai perhitungan matang dalam bertindak, ketelitian menentukan pilihan dan kecermatan menentukan langkah adalah hal2 yang membawa diri kita pada kemantapan hati. Dengan hati mantap dan bersih ini, diri dapat bertindak secara tepat dan benar.

Petruk...( ikhlas )
Sifat ikhlas ini ada dalam hati, dan ini menandakan sifat bebas dari perasaan pamrih dan bersedia melepaskan sikap individualistis dan mencocokan diri dalam keselarasan agung alam semesta. Arah yang sama juga di tunjukkan dalam sifat rila yaitu keanggupan untuk melepaskan hak milik, kemampuan dan hasil2 pekerjaan sendiri bila itu menjadi tuntutan tangging jawab atau nasib. Ikhlas dan rila harus disadari sebagai kekuatan yang positif, bukan sebagai menyerah kalah karena menyerahkan dalam penuh pengertian...

Bagong...( tindakan khusus )
Salah satu sikap positif adalah bertindak...dan dari sisi mistik, tindakan khusus yang meliputi puasa atau tirakat untuk bertujuan mendapatkan sesuatu, dalam hal cita2 batin yang positi dan orang ini akan mengerahkan segala daya upaya untuk mencapainya. Orang yang banyak melakukakn tindakan ini akan memiliki pola perilaku yang sama, walaupun dia tidak melakukan laku. Pola yang terbentuk adalah usaha yang keras, konsentrasi, kecermatan, atau ketelitian dan kesabaran, dan ini mendorong prilaku tindakan khusus memiliki keistimewaan yang orang lain tidak banyak memiliki, yaitu sikap keras berusaha, cermat, teliti, penuh, kepasrahan, dll
Jadi masalah kematian dalam suluk bratayudha adalah menyangkut kematian tokoh yang menyimbolkan salah satu unsur dari manusia, seperti sbb;
1. Akal/ pikiran ( Angka Wijaya )
2. Kesadaran ( Prabu Salya )
3. Tenaga ( Dursasana )
4. Nafsu ( Dahyang Durna, Seta, Untara dan Wrasangka )
5. Hati ( Dhusthajumena, Bisma )
6. Kekecewaan/ emosi ( Sengkuni )
7. Kebodohan ( Burisrawa )
8. Cara Kematian ( Sentyaki )
9. Ruh dalam hubungannya dengan Kedirian ( Suyudana )

Inilah kira2 gambaran dari Suluk Bratayuda semoga bisa bermanfaat untuk menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik...



salam

Wednesday, September 24, 2008

kebahagiaan

Kebahagiaan itu bukan berasal dari pikiran.. namun dari jiwa... yang mendapat setitik embun cinta (VA 2008)

Tuesday, September 23, 2008

KeberadaanNYA

Terkadang kita tersilap oleh kenikmatan dunia, sehingga kita tidak mengindahkan dan menyadari kehadiranNya. DIA selalu ada... Namun, apakah kita dapat menyadari keberadaanNya tergantung pada diri kita masing-masing (VA 2008)



ya... Allah selalu ada... dimanapun disudut terkecil manapun akan selalu ada....
hanya bagaimana kita dapat menyadari keberadaan Allah tersebut....

hati nurani adalah salah 1 bentuk pencerminan Allah terhadap diri kita :) dimana terkadang kita sendiri yang mengotorinya menumpuknya dengan kotoran2 sampah nafsu dan ego kita....
hingga kita tak mampu lagi bercermin.....
bagaikan sebutir berlian yang tertutup oleh lumpur.... dimana keindahannya tertutup oleh lumpur2 akibat perbuatan kita sendiri

untuk membersihkan dari lumpur2 tersebut tentunya sangatlah menyakitkan terkadang... proses2 penyembuhan seperti sakit sedih tangis tawa adalah hal yang wajar dalam mengikis lumpur yang telah mengeras ke hati kita......

selalu sadari dan selalu berada didalam hati.... itulah yang sebaiknya kita lakukan

Thursday, September 18, 2008

kebenaran sejatiku

Apa yang dilihat, Apa yang di dengar, bukanlah kebenaran sejati ...... hanya dengan membuka hati nurani dan membiarkannya menunjukkan padamu apa itu kebenaran sejati (VA 2008)

Pencerahan....

Pencerahan hanyalah suatu kesadaran dimana terbukanya sesuatu yang sebenarnya sudah ada terhadap dirinya yang selama ini belum ia sadari :) Dunia itu bernama keterbatasan dimana penghuninya terbatas dengan apa yang dipikirkannya :) (VA 2008)

terbatasku

Alam itu bernama keterbatasan, dimana penghuninya hanya terbatas oleh apa yang dipikirkannya :) (VA 2008)

Renungan Enam Pertanyaan?

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..
Pertama…
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini….???"
Murid-muridnya ada yang menjawab…."orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar…
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. …
Sebab kematian adalah PASTI adanya….
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua…
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…???"
Murid-muridnya ada yang menjawab…"negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" …
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar…
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"…
Siapa pun kita… bagaimana pun kita…dan betapa kayanya kita… tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu…
Sebab itu kita harus menjaga hari ini… dan hari-hari yang akan datang..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga….
"Apa yang paling besar di dunia ini…???"
Murid-muridnya ada yang menjawab"gunung", "bumi", dan "matahari".. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru …
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"…
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya…
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi …
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini… jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)…
Pertanyaan keempat adalah…
"Apa yang paling berat di dunia ini…???"
Di antara muridnya ada yang menjawab…"baja", "besi", dan "gajah"…
"Semua jawaban hampir benar…", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"…
Pertanyaan yang kelima adalah… "Apa yang paling ringan di dunia ini…???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" …
"Semua itu benar…", kata Sang Guru…
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"…
Lalu pertanyaan keenam adalah…
"Apakah yang paling tajam di dunia ini…???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak… "PEDANG…!! !"
"(hampir) Benar…", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"…
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati… dan
melukai perasaan saudaranya sendiri…
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN…
senantiasa belajar dari MASA LALU…
dan tidak memperturutkan NAFSU…???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun…
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH….
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita…???


sumber : http://www.wawanridwan.net/?p=143
dari temanku wawan ridwan

Pemahamanku mengenai sebuah keilmuan

Hai sobat...
telah lama aku berdiam diri dan menutup diriku dalam mempelajari keilmuan....
ada hal yang cukup membuatku menghentikan langkah dalam proses pencarian keilmuan tersebut.
saat itu.... aku teringat bagaimana aku tergila2 dan ingin belajar berbagai macam jenis keilmuan hingga saat nya aku diam dan diam saja...
ada 1 hal yang kupahami... yaitu mengenai... semua itu telah ada sejak dahulu.
keilmuan itu ibarat sesuatu yang sebenarnya kita sudah memilikinya namun kita "lupa" akan kehadirannya...
untuk itulah proses pembelajaran suatu keilmuan baik dari tradisional hingga keilmuan yg dikemas dalam masa kini tetap ada sejak dahulu kala
berbagai macam bentuk seperti misalnya :
wiridan.... dilakukan untuk membawa kita pada titik alam bawah sadar kita
yaa secara kasar bisa aja kita beli narkoba untuk mencapai titik tersebut dengan cepat...
karena itulah mengapa apel jin / candu amat disukai karena mempercepat proses trance

samadhi dan ataupun bertapa juga intinya mencapai titik tersebut

ada 1 teknik yang sedang ku pahami saat ini... yaitu "membiarkan" membiarkan segalanya terjadi

menerima atas apa yang terjadi pada diri...
sungguh suatu perjalanan yang amat sangat berat dalam hidup ini ketika kita mengambil sikap "membiarkan" ini
"tidak melakukan apapun"
bersambung

Sekedar coretan manusia hina dina

cakra jantung --> hati --> sir --> hati nurani (nur rani) --> nur mohhamad --> nur Allah --> Dzat Allah --> Sifat Allah --> Allah
(VA 2008)

Nur ani / nur aini berasal dari bahasa Arab nur, artinya cahaya, kemudian menjadi nuraniyyun yang artinya bersifat cahaya


rahasia terbesar Allah bukan pada sir ....... tapi pada Allah itu sendiri...
sir hanyalah gerbang selanjutnya menuju kepada nurani nur...
Nur Mohhammad... merupakan bagian dari salah 1 Nur Allah.....
dan Nur Allah itu terbentuk dari Dzat Allah...... yang memiliki Sifat Allah... dan Allah tidak terbentuk oleh apapun alias tidak diciptakan....
teringat konsepsi energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan ......
hanya dapat berubah bentuk...apa yang terjadi jika tubuhku bukan berasal dari dzat aku.... namun tubuhku berganti dengan dzat Allah... ???


dalam keilmuan sanghyang denta ismaya terkutip hal berikut :

Semar... Samar... Sir... Sirullah... Rahasia Allah..Semar Ngejowantah..


Astagfirullah.. Astagfirullah
yang kasih den kasihing
yang wisesa jasmani
tangkal asihan ruhani
ratu asihan diaranan roh idhofi
dzat asih dzat ilham


Astagfirullah.. Astagfirullah
aran sira tandegan rasa
aran ingsun sang kulater
kun fayakun nara inten Allah
sopo iku kag gumilang
gilang ing giri soca
sujudan rukunana
ya ingsun Allah pasti rasa

Astagfirullah.. Astagfirullah
siraku menggang herang
ngir anu putih resma putih
ya ingsun sang tesma putih

Astagfirullah.. Astagfirullah
Allahumma wujud suci
pandita acina rasa
rasa sajatining hurip
dzat hilang hilangna kupanarima

Astagfirullah.. Astagfirullah
Allahumma wujud ilmu
nur suhud hayu gaiban ing Dzatullah
hayu gaiban hayu gaiban


Sehingga jika kita satukan menjadi :

Sir... Sirullah... Rahasia Allah Ngejowantah..
ratu asihan diaranan roh idhofi
dzat asih dzat ilham
aran sira tandegan rasa
ya ingsun Allah pasti rasa
ya ingsun sang tesma putih
Allahumma wujud suci
pandita acina rasa
rasa sajatining hurip
Allahumma wujud ilmu
nur suhud hayu gaiban ing Dzatullah

ya itulah inti dari pemahaman keilmuan kali ini menurut analisaku.
semoga analisaku ini bermanfaat bagi sesamaku
terlihat bagaimana rahasia Allah yang mengejowantah (ternyatakan) didalam rasa
didalam ghaiban dzat Allah dan di dalam SIR mulai terungkap rahasia tersebut secara perlahan
yang akhirnya menuju kedalam "rasa sajatining hurip" rahasia tersebut adalah ratu asihan yaitu Allah yang maha pengasih ( Yaa Rahman) yang bersemayam dalam Roh idhofi

Neraka

Di dunia ini, tak ada makhluk yang belum pernah mencicipi neraka, Semua mahluk harus melewati neraka dulu, baru ia bisa berpikir cara menuju surga (unknown)

Keterbatasan

Pencerahan hanyalah sebuah kesadaran. Kesadaran akan(atas) apa yang sebenarnya sudah ada pada dirinya namun belum ia sadari sebelumnya. Dunia ini bernama keterbatasan dimana penghuninya hanya mahluk yang terbatas oleh apa yang dipikirkannya (VA 2008)

Kebenaran sejati

Kebenaran sejati bukanlah apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar ataupun apa yang ia cium dan rasakan

kebenaran sejati adalah saat dimana kita berada dalam kondisi hati nurani kita.
(VA 2008)

Debu

Mungkin aku tak mampu menjadi seperti berlian yang bersinar dalam terangnya, namun biarlah setitik debu ini diberi kesempatan untuk dapat memoles berlian yang akan memancarkan keindahannya. walau akhirnya setitik debu itu akan terbuang dan terlupakan namun akan selalu bersyukur atas apa yang telah ia dapatkan. Namun, debu tetaplah debu, yang selalu terbuang dan terlupakan (VA 2008)

original :
Mungkin aku tak mampu menjadi berlian yang bersinar diantara yang lain, tapi biarlah aku yang setitik debu ini mampu memoles berlian yang akan memancarkan keindahannya. Setitik debu walau akhirnya akan terbuang dan terlupakan namun akan selalu bersyukur.(VA 2008)

Thursday, September 4, 2008

Aku dan Harapan

Aku...
dan harapan......
walau rada kurang setuju dengan quote dibawah namun... tetap ada benarnya.. yaitu janganlah pernah kita berprasangka buruk kepada Allah......
Allah maha pengasih dan penyayang...



Astonmartin dbf: Bila Tuhan cepat m'gabulkan Doamu, Maka DIA Menyayangimu, Bila DIA lambat M'gabulkan doamu, Maka DIA Ingin Mengujimu, Bila DIA Tidak M'gabulkan Doamu, Maka Dia Merancang Sesuatu Yang lebih Baik Untukmu. Oleh itu, Senantiasalah Bersangka Baik Pada TUHAN Dalam Keadaan apaPun jua..Kirimkan pesan ini kepada orang yang anda tidak akan lupa dan hantarkan juga kepada orang yang menghantar pesan ini. Ini adalah pesan pendek untuk menyatakan yang anda senantiasa mengingatinya. Kalau anda tidak menghantar pesan ini, berarti anda sudah melupakan kawan-kawan anda. Ambillah sedikit waktu dan anda sudah pasti memberi keceriaan kepada seseorang.... (just forward from a friend)